(Info Foto : Suasana buka puasa oleh BPK Oi Kota Manado)
Manado, Kreatifnews.my.id – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai bulan suci Ramadhan di pesisir Manado. Badan Pengurus Kota (BPK) Oi Manado menggelar acara buka puasa bersama warga nelayan Karangria yang bertempat di Daseng Karangria, Manado, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni ibadah, melainkan wujud nyata solidaritas sosial serta momentum refleksi bagi seluruh anggota organisasi yang identik dengan pesan-pesan sosial tersebut.
Wakil Ketua Internal BPK Oi Manado, Septian Putra, menjelaskan bahwa agenda ini dirancang sebagai ruang untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan persatuan di tengah masyarakat yang heterogen.
“Buka puasa bersama ini merupakan bagian dari upaya bermoderasi dalam beragama. Kami ingin mempererat tali silaturahmi antarumat beragama di tubuh Oi Manado dan masyarakat luas demi persatuan yang semakin kokoh,” ujar Septian.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan ini juga diisi dengan doa bersama untuk mengenang para anggota Oi yang telah berpulang.
Usai berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan diskusi publik bertajuk “Bedah Isu Reklamasi dan Tata Ruang”. Diskusi ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manado, Henly Rahman.
Dalam pemaparannya, Henly memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi Oi Manado dalam mengawal isu lingkungan, khususnya terkait proyek reklamasi di wilayah Manado Utara. Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai akses informasi publik terkait Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Mengapa draf RTRW sulit diakses masyarakat? Padahal berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik, pemerintah tidak boleh menutup dokumen yang berkaitan langsung dengan hak rakyat,” tegas Henly.
Menurutnya, akses terhadap dokumen RTRW dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM). Ia mendesak agar dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dibuka secara transparan agar dapat dikaji secara ilmiah oleh publik.
Tak hanya bicara soal hukum dan kebijakan, diskusi tersebut juga menyentuh aspek ekonomi. Henly menekankan bahwa kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui sektor UMKM adalah instrumen penting dalam menjaga kedaulatan ruang hidup.
“Perlawanan juga bisa dibangun melalui kemandirian ekonomi. Kreativitas UMKM masyarakat pesisir harus diperkuat sebagai tulang punggung ekonomi agar masyarakat tidak mudah diintervensi oleh kepentingan luar,” imbuhnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas antara aktivis, mahasiswa, dan nelayan agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah gerakan rakyat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan kelompok-kelompok Oi se-Kota Manado, komunitas nelayan Manado Utara, serta jaringan Aliansi Tolak Reklamasi.
Penulis : Tim Redaksi Kreatifnews

